SEJARAH PERKEMBANGAN UPBJJ-UT MEDAN

Ditulis oleh Hendrick Antonius, S. Kom.. Posted in Profil

Universitas Terbuka (UT) secara resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 September 1984 sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1984 dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yakni memberikan pelayanan pendidikan tinggi pada seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara maka untuk itu UT mendirikan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Medan, sama halnya dengan Propinsi lainnya UPBJJ-UT Medan didirikan untuk memberikan pelayanan administrasi dan akademik sebagai perpanjangan tangan UT di daerah. Pada awal Januari tahun 1985 secara resmi kantor UPBJJ-UT Medan didirikan dan saat itu menumpang di salah satu gedung di dalam Kampus IKIP Negeri Medan Jl Merbau No. 38A Medan, sesuai dengan statuta pendirian UT Rektor Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Propinsi Sumatera Utara (USU dan IKIP Medan) secara otomatis diangkat sebagai Pembina UPBJJ-UT Medan.

Pada saat awal berdirinya Kantor UPBJJ-UT Medan, Sumber Daya Manusia (SDM) penyelenggara kegiatan operasional kantor dari mulai Kepala UPBJJ, Ketua Program, Kasubbag Tata Usaha, Bendahara dan seluruh pegawainya masih memberdayakan SDM yang berasal dari staf IKIP Negeri Medan dengan status PNS yang diperbantukan (dpk) di UPBJJ-UT Medan. Yang menjabat sebagai unsure pimpinan saat itu adalah ; Drs. Anwarsyah, staf akademik dari IKIP Negeri Medan sebagai Kepala UPBJJ-UT Medan (ke-1)   yang menjabat dari tahun 1985 – 1993 dibantu oleh Dr. Rustam Amir Effendi, MA (Staf Akademik dari USU sebagai Ketua Program dan Dra. Soeyati Thahir (Pembantu Dekan II FPIMPA Unimed sebagai Kordinator Pelma. Saat itu UPBJJ-UT Medan hanya melayani beberapa program studi saja seperti program Diploma D1 PGSMP dan beberapa program studi Reguler (sekarang,Non-Pendidikan Dasar).   Seiring dengan perjalanan waktu, terdapat perubahan kebijakan dalam dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan sarana prasarana, serta pemekaran wilayah kabupaten di lingkungan kerja UPBJJ-UT Medan. Perubahan kebijakan pemerintah pada bidang pendidikan berdampak pada bergesernya dan bertambah program studi yang ditawarkan dan melonjaknya jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Medan.  

Pada masa kepemimpinan kepala UPBJJ-UT Medan Dra. Soeyati Thahir staf dari IKIP Negeri Medan dalam kurun waktu 1993 sampai dengan 1999, UPBJJ-UT Medan memiliki sekitar 8.000 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa TNI AD kerjasama dengan Kodam Bukit 1 Barisan untuk program studi S1 Administrasi Negara, kerjasama dengan PT Garuda Indonesia untuk program studi Manajemen, kerjasama dengan dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk Program Penyetaraan D-II PGSD dan D-II Penjaskes, dan kerjasama dengan BKKBN untuk program studi D-II Ilmu Penyuluhan dan Administrasi Negara. Pada masa itu, kantor UPBJJ-UT Medan pindah ke Jl. Stadion No. 24 Medan menempati gedung Eks SGO Milik IKIP Negeri Medan. Untuk melayani mahasiswa UPBJJ-UT Medan dengan jumlah yang sangat besar tersebut, UPBJJ-UT Medan bekerjasama dengan dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dalam pengadaan ruang tutorial tatap muka dan ruang ujian akhir semester dengan menunjuk beberapa sekolah SD/SLTP/SLTA yang strategis dan mudah dijangkau oleh mahasiswa.

Berikutnya pada masa kepemimpinan Kepala UPBJJ ke-3, Drs. Rusly Ahmad, MA (staf dari IKIP Negeri Medan) tahun 2000 sampai dengan 2004, program studi yang ditawarkan mulai bertambah yaitu mulai bergeser ke Program Studi S1 PGSD dan S1 PGPAUD dan pada tahun 2007 Universitas Terbuka mulai tidak menerima lagi mahasiswa Program D-II PGSD maupun D-II PGTK.

Selanjutnya, pada masa Kepala UPBJJ ke-4 Prof. Dr. Urip Harahap, Apt (staf dari Universitas Sumatera Utara) tahun 2004 sampai dengan 2008, UPBJJ-UT Medan kembali memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar sekitar 18.000 dan jumlah tersebut merupakan angka yang relatif tinggi dibandingkan dengan UPBJJ-UT lainnya, sesuai dengan rekapitulasi data jumlah mahasiswa yang ada di Kantor PR. IV UT Pusat saat itu, dengan jumlah mahasiswa 18.000 UPBJJ-UT Medan termasuk dalam 10 besar UPBJJ-UT yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak saat itu dan dengan prestasi tersebut Kantor Pembantu Rektor IV memberikan Piagam Penghargaan kepada UPBJJ-UT Medan. Pada masa itu UPBJJ-UT Medan juga mulai memiliki mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen (MM) dan Administrasi Publik (MAP) dan bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dalam penyelenggaraan tutorial tatap muka, Bimbingan Tesis dan Ujian Sidang Tesis. Saat itu baru 7 UPBJJ-UT Penyelenggara Program Pascasarjana dan satu diantaranya adalah UPBJJ-UT Medan. Pada masa itu, UPBJJ-UT Medan juga mulai berbenah diri meningkatkan kualitas manajemen diberbagai bidang meliputi ketatausahaan, registrasi dan ujian, layanan bahan ajar dan bantuan belajar dan hasilnya pada tahun 2008 , untuk pertama kalinya UPBJJ-UT Medan memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 dari SGS. Pada tahun 2008, juga terjadi perluasan wilayah kerja UPBJJ-UT Medan dari 28 Kabupaten/Kota menjadi 33 Kabupaten/Kota dengan adanya pemekaran wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Pemekaran wilayah ini berdampak pada perubahan kode pos kelompok belajar mahasiswa, peningkatan jumlah lokasi tutorial tatap muka dan lokasi Ujian Akhir Semester,   Secara geografis, 58% wilayah kerja UPBJJ-UT Medan sulit dijangkau dan memerlukan waktu rata-rata sekitar 6 – 12 jam perjalanan dengan transportasi darat.   Bahkan terdapat 5 Kabupeten Kota di Pulau Nias (Kota Guning Sitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan) yang
apabila ditempuh dengan transportasi darat dan laut memerlukan waktu sekitar 24 jam. Selain melalui daratan dan laut, ada transportasi udara dengan pesawat kecil kapasitas sekitar 50 orang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.   Dengan kondisi geografis seperti ini UPBJJ-UT Medan menyelenggarakan Tutorial Tatap Muka(TTM) dalam tiga model, yang didasari pertimbangan jarak tempuh, dan keterjangkauan lokasi dari kota UPBJJ-UT Medan. Adapun ketiga jenis model TTM tersebut adalah sistem reguler, sistem semi blok dan blok. Penyelenggaraan TTM sistem reguler dilaksanakan 8 kali pertemuan @ 2 jam, TTM model semi blok dilaksanakan 4 kali pertemuan @ 4 jam, dan TTM sistem blok dilaksanakan selama satu minggu.   Penyelenggaraan tutorial dan bimbingan sistem blok di UPBJJ-UT Medan hanya berlangsung di Pokjar yang berada di Pulau Nias. Di Pulau Nias terdapat lima Pokjar Kabupaten/Kota, yaitu Pokjar Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Pelaksanaan TTM di lima Pokjar yang ada di Pulau Nias dengan blok, dapat dilaksanakan setelah mendapat izin berdasarkan surat Pembantu Rektor III-UT, atas usulan dari UPBJJ-UT Medan. Berbagai pertimbangan menjadi alasan mengapa TTM di Pokjar yang ada di P. Nias menggunakan sistem blok penuh selama seminggu, diantaranya jarak geografis yang sangat jauh, sehingga apabila ditempuh dengan transportasi darat dan laut memerlukan waktu sekitar 24 jam. Selain melalui daratan dan laut, ada transportasi udara dengan pesawat kecil kapasitas sekitar 50 orang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam, tetapi hal ini tidak ekonomis, mengingat tutor yang berangkat ke P. Nias setiap semester sekitar 80 orang. Di samping itu, hal ini tentu membutuhkan dana sangat besar bila dilakukan secara reguler (delapan kali penerbangan).   Penyelenggaraan TTM dengan sistem blok bagi mahasiswa S1 PGSD di Pokjar-Pokjar yang ada di P. Nias telah berlangsung sejak adanya mahasiswa S1 PGSD.   Untuk mengatasi kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti tutorial tatap muka, maka Unveristas Terbuka (UT) mulai memberikan layanan tutorial on-line untuk beberapa matakuliah dan mulai tahun 2014 seluruh matakuliah ditawarkan untuk ditutorial onlinekan. Namun karena kondisi geografis dan infrastruktur yang belum baik mahasiswa di wilayah Pulau Nias masih menghadapi kesulitan dalam akses tutorial on-line.   Sejalan dengan perkembangan teknologi, Universitas Terbuka juga menawarkan Ujian Akhir Semester dengan Sistem On-line (SUO) bagi mahasiswa yang karena alasan tertentu tidak dapat mengikuti ujian akhir semester dan bagi mahasiswa yang memiliki matakuliah dengan jam ujian yang bentrok. Perkembangan teknologi ini berdampak pada perlunya peningkatan sarana dan prasarana di UPBJJ-UT Medan. Menyikapi hal ini, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc, mengeluarkan kebijakan bahwa semua UPBJJ-UT Medan harus memiliki gedung sendiri, tidak menumpang pada Perguruan Tinggi Pembina serta Kepala UPBJJ-UT berasal dari Staf Akademik Universitas Terbuka, tidak lagi seperti sebelumnya yakni meminta dari Perguruan Tinggi Pembina. Dengan kebijakan baru ini, maka pada tahun 2008, dilantik Dr. Asnah Said, M.Pd staf Akademik dari UT Pusat Jakarta sebagai Kepala UPBJJ-UT Medan untuk masa jabatan 2008-2012.

Dibawah kepemimpinan Dr Asnah Said, M.Pd, UPBJJ-UT Medan berhasil membeli sebidang Lahan dan membangun gedung Kantor UPBJJ-UT Medan yang beralamat Jl Bromo No. 29 Medan.   Kantor baru UPBJJ-UT Medan ini diresmikan pada kegiatan Dies Natalis Universitas Terbuka tanggal 04 September 2012. Kantor ini sudah memenuhi standar Kantor UPBJJ-UT yaitu memiliki ruang pelayanan mahasiswa, ruang baca, ruang tutorial tatap muka, ruang Ujian On-Line, ruang server, ruang persiapan registrasi dan ujian, ruang penyimpanan bahan ajar, ruang mushalah, ruang makan, ruang rapat pimpinan dan staf yang seluruhnya difasilitasi dengan Aur Conditioner (AC), Komputer, Printer, Meja dan Kursi sesuai standar Universitas Terbuka. Pada tahun 2012 Universitas Terbuka juga mulai masuk sebagai perguruan tinggi yang dipilih dalam Ujian Masuk Bersama (UMB) dan UPBJJ-UT Medan berhasil memperoleh 87 mahasiswa yang memilih program studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Statistika. Pada masa itu, jumlah mahasiswa Program Pendidikan Dasar masih tetap tinggi mengingat adanya Undang Undang Guru dan Dosen bahwa pada tahun 2015 guru harus memiliki ijazah minimal S1. UPBJJ-UT Medan juga mulai menawarkan program Studi D-II Perpustakaan.

Sejak tahun 2011 UPBJJ-UT Medan memiliki sekitar 62 mahasiswa Program Studi D2 Perpustakaan dan pada masa kepemimpinan Drs. Amril latif, M.Si pada tahun 2013 UPBJJ-UT Medan mulai menawarkan Program Studi S1 Perpustakaan dan berhasil memiliki sekitar 25 mahasiswa S1 Program Studi S1 Perpustakaan yang berasal dari Kelompok Belajar Kabupaten Batubara. Dalam penyelenggaran Praktek Kerja Perpustakaan, UPBJJ-UT Medan bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumen Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, dan Kota Tebing Tinggi yang merupakan Kabupeten terdekat dengan tempat tinggal mahasiswa. Dalam penyelenggaraan Tutorial Tatap Muka, UPBJJ-UT Medan melakukan rekrutmen tutor sesuai dengan prosedur ISO. Tutor UPBJJ-UT Medan adalah Dosen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di wilayah kerja UPBJJ-UT Medan yang memiliki jenjang pendidikan minimal S1 serta Guru dengan jenjang pendidikan minimal S2. Saat ini, UPBJJ-UT Medan memiliki 67 lokasi Tutorial Tatap Muka, 5 tempat ujian akhir semester Program Studi Non Pendidikan Dasar, 25 tempat Ujian Program Studi Pendidikan Dasar (S1 PGSD dan S1 PGPAUD) dengan jumlah tutor sebanyak 24 tutor Program Studi Non-Pendas, 214 tutor Program Studi S1 PGSD, 74 tutor Program Studi S1 PGPAUD, 100 orang pembimbing Praktek/Praktikum. Yang patut dibanggakan adalah dari 214 tutor S1 PGSD, 7 tutor memiliki jenjang pendidikan S3 (3,27%) , 195 tutor dengan jenjang pendidikan S2 (91,12%) , dan hanya 12 tutor dengan jenjang pendidikan S1 (5,61%).  Kini di usia 30 tahun, Jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Medan mulai menurun akibat dampak telah banyaknya guru yang memiliki jenjang pendidikan S1. Hal ini merupakan tantangan bagi UPBJJ-UT Medan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa melalui program studi S1 Non-Pendidikan Dasar dan Program Pascasarjana.

gd 1