2 WISUDAWAN PROGRAM MAGISTER UNIVERSITAS TERBUKA MEDAN RAIH IPK 4,00.

Bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Jl Cabe Raya Pondok Cabe, Universitas Terbuka mewisuda 1200 lulusan pada wisuda Periode ! Tahun Akademik 2018/2019 wilayah 1 tanggal 06 Nopember 2018. Para lulusan ini berasal dari UPBJJ-UT Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Batam, Bengkulu, Jambi, Padang, Yogyakarta, Surakarta, Jember, Malang, Surabaya, dan Denpasar.


berita wisuda nov 2018

Menurut kepala UT Medan, , Dra Sondang Purnamasari Pakpahan, MA, sebanyak 90 lulusan dari UT Medan mengikuti wisuda ini yakni 20 lulusan program Magister Pendidikan Dasar, 1 lulusan program Magister Administrasi Publik dan 69 lulusan program Sarjana dari berbagai Prodi antara lain Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Agribisnis, Administrasi Negara, Ilmu Hukum, PGSD, dan PGPAUD. Selebihnya yaitu sebanyak 912 lulusan yang tidak dapat mengikuti wisuda di Jakarta dapat mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) di Medan yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari 2019, demikian tutur bu Sondang P. Pakpahan.

Lanjut Sondang, UT Medan sangat bangga karena 2 lulusan Program Magister Pendidikan Dasar yaitu Arie Gunawan dari Serdang Bedagai dan Ruslan Sitorus dari Toba Samosir memperoleh IPK 4,00 dan memperoleh penghargaan dari Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Pada wisuda sebelumnya Lulusan Program Magister Manajemen UT Medan dari Tapanuli Tengah juga memperoleh IPK 4,00. Menurut Sondang, Prestasi akademik ini menunjukkan bahwa kuliah di UT dengan sistem pembelajaran on-line learning tidak sesulit yang dibayangkan oleh masyarakat Indonesia. Pembelajaran on-line justru memiliki keunggulan yaitu tidak dibatasi usia dan tahun ijazah, mudah diakses tidak terkendala ruang, waktu, dan tempat, terjangkau dan fleksibel. Pada era Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi tidak menjadi kendala, maka kuliah tidak harus tatap muka. UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri pelopor pembelajaran on-line di Indonesia telah berkontribusi selama 34 tahun dalam layanan pendidikan tinggi untuk semua orang hingga pelosok Indonesia, demikian Sondang menutup perbincangan