Di tengah kesibukannya sebagai konten kreator, Subali Fillix Pratama menemukan satu hal penting yang tidak ingin ia tinggalkan: pendidikan. Perjalanannya dalam menyeimbangkan dunia kreatif dan pendidikan menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana fleksibilitas dapat membuka peluang bagi siapa saja untuk terus berkembang.
Fillix mengungkapkan bahwa ia pernah berada di fase kurang percaya diri, terutama saat harus berinteraksi dengan banyak orang. Latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan SMA membuatnya merasa tertinggal. Dari pengalaman tersebut, ia mulai menyadari bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas diri.
Meski telah mampu menghasilkan pendapatan dari dunia konten kreator, Fillix merasa bahwa pencapaian tersebut belum sepenuhnya cukup. Ia menginginkan adanya peningkatan kapasitas diri yang lebih terarah, sehingga mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Namun, keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Aktivitasnya sebagai kreator yang dinamis menuntut waktu dan konsistensi, sehingga ia membutuhkan sistem pendidikan yang tidak menghambat produktivitasnya. Dalam pencariannya, Fillix akhirnya menemukan Universitas Terbuka sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Baginya, sistem pembelajaran fleksibel yang ditawarkan Universitas Terbuka menjadi kunci utama. Ia dapat mengatur waktu belajar secara mandiri tanpa harus meninggalkan aktivitas kreatif yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Hal ini membuatnya tetap dapat berkembang di dua bidang sekaligus.
Kisah Fillix Pratama menjadi gambaran bahwa keterbatasan waktu bukan lagi alasan untuk menunda pendidikan. Dengan pilihan yang tepat, setiap individu tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.











