Medan, 5 Februari 2025— Universitas Terbuka (UT) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan fleksibel bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi sistem pendidikan jarak jauh yang dilaksanakan di Pesantren Al Kausar Al Akbar, Kota Medan.
Kegiatan ini diikuti oleh hampir 80 santriwan dan santriwati kelas XII dengan tujuan memperkenalkan sistem perkuliahan Universitas Terbuka yang memungkinkan peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kemandirian dan kedisiplinan yang telah ditanamkan di lingkungan pesantren.
Sosialisasi disampaikan langsung oleh Direktur UT Medan, Yasir Riady, S.S., M.Hum, yang memaparkan keunggulan sistem belajar mandiri berbasis teknologi digital yang diterapkan oleh Universitas Terbuka. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai program studi UT yang telah terakreditasi secara nasional maupun internasional, serta didukung dengan biaya pendidikan yang terjangkau.
Para santri dan santriwati juga diberikan pemahaman mengenai fleksibilitas waktu dan tempat belajar yang menjadi ciri khas UT. Sistem ini memungkinkan mahasiswa untuk tetap mengabdi di pesantren atau bekerja, sembari menempuh pendidikan tinggi secara optimal kapan saja dan di mana saja.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari antusiasme santri dan santriwati dalam sesi tanya jawab interaktif, khususnya terkait prosedur pendaftaran, sistem perkuliahan, hingga informasi mengenai beasiswa yang tersedia. Melalui kegiatan ini, UT Medan berharap kerja sama dengan lembaga pesantren dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak lulusan pesantren yang memiliki bekal ilmu agama yang kuat sekaligus latar belakang pendidikan formal dari perguruan tinggi negeri. UT Medan kembali menegaskan perannya sebagai pionir pendidikan jarak jauh yang inklusif dan adaptif dalam mencetak generasi emas bangsa dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan santri yang siap berkontribusi dalam pembangunan negeri.











