SEJARAH PERKEMBANGAN UPBJJ-UT MEDAN

Ditulis oleh Hendrick Antonius, S. Kom.. Posted in Profil

Universitas Terbuka (UT) secara resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 September 1984 sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1984 dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yakni memberikan pelayanan pendidikan tinggi pada seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara maka untuk itu UT mendirikan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Medan, sama halnya dengan Propinsi lainnya UPBJJ-UT Medan didirikan untuk memberikan pelayanan administrasi dan akademik sebagai perpanjangan tangan UT di daerah. Pada awal Januari tahun 1985 secara resmi kantor UPBJJ-UT Medan didirikan dan saat itu menumpang di salah satu gedung di dalam Kampus IKIP Negeri Medan Jl Merbau No. 38A Medan, sesuai dengan statuta pendirian UT Rektor Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Propinsi Sumatera Utara (USU dan IKIP Medan) secara otomatis diangkat sebagai Pembina UPBJJ-UT Medan.

Pada saat awal berdirinya Kantor UPBJJ-UT Medan, Sumber Daya Manusia (SDM) penyelenggara kegiatan operasional kantor dari mulai Kepala UPBJJ, Ketua Program, Kasubbag Tata Usaha, Bendahara dan seluruh pegawainya masih memberdayakan SDM yang berasal dari staf IKIP Negeri Medan dengan status PNS yang diperbantukan (dpk) di UPBJJ-UT Medan. Yang menjabat sebagai unsure pimpinan saat itu adalah ; Drs. Anwarsyah, staf akademik dari IKIP Negeri Medan sebagai Kepala UPBJJ-UT Medan (ke-1)   yang menjabat dari tahun 1985 – 1993 dibantu oleh Dr. Rustam Amir Effendi, MA (Staf Akademik dari USU sebagai Ketua Program dan Dra. Soeyati Thahir (Pembantu Dekan II FPIMPA Unimed sebagai Kordinator Pelma. Saat itu UPBJJ-UT Medan hanya melayani beberapa program studi saja seperti program Diploma D1 PGSMP dan beberapa program studi Reguler (sekarang,Non-Pendidikan Dasar).   Seiring dengan perjalanan waktu, terdapat perubahan kebijakan dalam dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan sarana prasarana, serta pemekaran wilayah kabupaten di lingkungan kerja UPBJJ-UT Medan. Perubahan kebijakan pemerintah pada bidang pendidikan berdampak pada bergesernya dan bertambah program studi yang ditawarkan dan melonjaknya jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Medan.  

Pada masa kepemimpinan kepala UPBJJ-UT Medan Dra. Soeyati Thahir staf dari IKIP Negeri Medan dalam kurun waktu 1993 sampai dengan 1999, UPBJJ-UT Medan memiliki sekitar 8.000 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa TNI AD kerjasama dengan Kodam Bukit 1 Barisan untuk program studi S1 Administrasi Negara, kerjasama dengan PT Garuda Indonesia untuk program studi Manajemen, kerjasama dengan dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk Program Penyetaraan D-II PGSD dan D-II Penjaskes, dan kerjasama dengan BKKBN untuk program studi D-II Ilmu Penyuluhan dan Administrasi Negara. Pada masa itu, kantor UPBJJ-UT Medan pindah ke Jl. Stadion No. 24 Medan menempati gedung Eks SGO Milik IKIP Negeri Medan. Untuk melayani mahasiswa UPBJJ-UT Medan dengan jumlah yang sangat besar tersebut, UPBJJ-UT Medan bekerjasama dengan dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dalam pengadaan ruang tutorial tatap muka dan ruang ujian akhir semester dengan menunjuk beberapa sekolah SD/SLTP/SLTA yang strategis dan mudah dijangkau oleh mahasiswa.

Berikutnya pada masa kepemimpinan Kepala UPBJJ ke-3, Drs. Rusly Ahmad, MA (staf dari IKIP Negeri Medan) tahun 2000 sampai dengan 2004, program studi yang ditawarkan mulai bertambah yaitu mulai bergeser ke Program Studi S1 PGSD dan S1 PGPAUD dan pada tahun 2007 Universitas Terbuka mulai tidak menerima lagi mahasiswa Program D-II PGSD maupun D-II PGTK.

Selanjutnya, pada masa Kepala UPBJJ ke-4 Prof. Dr. Urip Harahap, Apt (staf dari Universitas Sumatera Utara) tahun 2004 sampai dengan 2008, UPBJJ-UT Medan kembali memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar sekitar 18.000 dan jumlah tersebut merupakan angka yang relatif tinggi dibandingkan dengan UPBJJ-UT lainnya, sesuai dengan rekapitulasi data jumlah mahasiswa yang ada di Kantor PR. IV UT Pusat saat itu, dengan jumlah mahasiswa 18.000 UPBJJ-UT Medan termasuk dalam 10 besar UPBJJ-UT yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak saat itu dan dengan prestasi tersebut Kantor Pembantu Rektor IV memberikan Piagam Penghargaan kepada UPBJJ-UT Medan. Pada masa itu UPBJJ-UT Medan juga mulai memiliki mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen (MM) dan Administrasi Publik (MAP) dan bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dalam penyelenggaraan tutorial tatap muka, Bimbingan Tesis dan Ujian Sidang Tesis. Saat itu baru 7 UPBJJ-UT Penyelenggara Program Pascasarjana dan satu diantaranya adalah UPBJJ-UT Medan. Pada masa itu, UPBJJ-UT Medan juga mulai berbenah diri meningkatkan kualitas manajemen diberbagai bidang meliputi ketatausahaan, registrasi dan ujian, layanan bahan ajar dan bantuan belajar dan hasilnya pada tahun 2008 , untuk pertama kalinya UPBJJ-UT Medan memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 dari SGS. Pada tahun 2008, juga terjadi perluasan wilayah kerja UPBJJ-UT Medan dari 28 Kabupaten/Kota menjadi 33 Kabupaten/Kota dengan adanya pemekaran wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Pemekaran wilayah ini berdampak pada perubahan kode pos kelompok belajar mahasiswa, peningkatan jumlah lokasi tutorial tatap muka dan lokasi Ujian Akhir Semester,   Secara geografis, 58% wilayah kerja UPBJJ-UT Medan sulit dijangkau dan memerlukan waktu rata-rata sekitar 6 – 12 jam perjalanan dengan transportasi darat.   Bahkan terdapat 5 Kabupeten Kota di Pulau Nias (Kota Guning Sitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan) yang
apabila ditempuh dengan transportasi darat dan laut memerlukan waktu sekitar 24 jam. Selain melalui daratan dan laut, ada transportasi udara dengan pesawat kecil kapasitas sekitar 50 orang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.   Dengan kondisi geografis seperti ini UPBJJ-UT Medan menyelenggarakan Tutorial Tatap Muka(TTM) dalam tiga model, yang didasari pertimbangan jarak tempuh, dan keterjangkauan lokasi dari kota UPBJJ-UT Medan. Adapun ketiga jenis model TTM tersebut adalah sistem reguler, sistem semi blok dan blok. Penyelenggaraan TTM sistem reguler dilaksanakan 8 kali pertemuan @ 2 jam, TTM model semi blok dilaksanakan 4 kali pertemuan @ 4 jam, dan TTM sistem blok dilaksanakan selama satu minggu.   Penyelenggaraan tutorial dan bimbingan sistem blok di UPBJJ-UT Medan hanya berlangsung di Pokjar yang berada di Pulau Nias. Di Pulau Nias terdapat lima Pokjar Kabupaten/Kota, yaitu Pokjar Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Pelaksanaan TTM di lima Pokjar yang ada di Pulau Nias dengan blok, dapat dilaksanakan setelah mendapat izin berdasarkan surat Pembantu Rektor III-UT, atas usulan dari UPBJJ-UT Medan. Berbagai pertimbangan menjadi alasan mengapa TTM di Pokjar yang ada di P. Nias menggunakan sistem blok penuh selama seminggu, diantaranya jarak geografis yang sangat jauh, sehingga apabila ditempuh dengan transportasi darat dan laut memerlukan waktu sekitar 24 jam. Selain melalui daratan dan laut, ada transportasi udara dengan pesawat kecil kapasitas sekitar 50 orang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam, tetapi hal ini tidak ekonomis, mengingat tutor yang berangkat ke P. Nias setiap semester sekitar 80 orang. Di samping itu, hal ini tentu membutuhkan dana sangat besar bila dilakukan secara reguler (delapan kali penerbangan).   Penyelenggaraan TTM dengan sistem blok bagi mahasiswa S1 PGSD di Pokjar-Pokjar yang ada di P. Nias telah berlangsung sejak adanya mahasiswa S1 PGSD.   Untuk mengatasi kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti tutorial tatap muka, maka Unveristas Terbuka (UT) mulai memberikan layanan tutorial on-line untuk beberapa matakuliah dan mulai tahun 2014 seluruh matakuliah ditawarkan untuk ditutorial onlinekan. Namun karena kondisi geografis dan infrastruktur yang belum baik mahasiswa di wilayah Pulau Nias masih menghadapi kesulitan dalam akses tutorial on-line.   Sejalan dengan perkembangan teknologi, Universitas Terbuka juga menawarkan Ujian Akhir Semester dengan Sistem On-line (SUO) bagi mahasiswa yang karena alasan tertentu tidak dapat mengikuti ujian akhir semester dan bagi mahasiswa yang memiliki matakuliah dengan jam ujian yang bentrok. Perkembangan teknologi ini berdampak pada perlunya peningkatan sarana dan prasarana di UPBJJ-UT Medan. Menyikapi hal ini, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc, mengeluarkan kebijakan bahwa semua UPBJJ-UT Medan harus memiliki gedung sendiri, tidak menumpang pada Perguruan Tinggi Pembina serta Kepala UPBJJ-UT berasal dari Staf Akademik Universitas Terbuka, tidak lagi seperti sebelumnya yakni meminta dari Perguruan Tinggi Pembina. Dengan kebijakan baru ini, maka pada tahun 2008, dilantik Dr. Asnah Said, M.Pd staf Akademik dari UT Pusat Jakarta sebagai Kepala UPBJJ-UT Medan untuk masa jabatan 2008-2012.

Dibawah kepemimpinan Dr Asnah Said, M.Pd, UPBJJ-UT Medan berhasil membeli sebidang Lahan dan membangun gedung Kantor UPBJJ-UT Medan yang beralamat Jl Bromo No. 29 Medan.   Kantor baru UPBJJ-UT Medan ini diresmikan pada kegiatan Dies Natalis Universitas Terbuka tanggal 04 September 2012. Kantor ini sudah memenuhi standar Kantor UPBJJ-UT yaitu memiliki ruang pelayanan mahasiswa, ruang baca, ruang tutorial tatap muka, ruang Ujian On-Line, ruang server, ruang persiapan registrasi dan ujian, ruang penyimpanan bahan ajar, ruang mushalah, ruang makan, ruang rapat pimpinan dan staf yang seluruhnya difasilitasi dengan Aur Conditioner (AC), Komputer, Printer, Meja dan Kursi sesuai standar Universitas Terbuka. Pada tahun 2012 Universitas Terbuka juga mulai masuk sebagai perguruan tinggi yang dipilih dalam Ujian Masuk Bersama (UMB) dan UPBJJ-UT Medan berhasil memperoleh 87 mahasiswa yang memilih program studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Statistika. Pada masa itu, jumlah mahasiswa Program Pendidikan Dasar masih tetap tinggi mengingat adanya Undang Undang Guru dan Dosen bahwa pada tahun 2015 guru harus memiliki ijazah minimal S1. UPBJJ-UT Medan juga mulai menawarkan program Studi D-II Perpustakaan.

Sejak tahun 2011 UPBJJ-UT Medan memiliki sekitar 62 mahasiswa Program Studi D2 Perpustakaan dan pada masa kepemimpinan Drs. Amril latif, M.Si pada tahun 2013 UPBJJ-UT Medan mulai menawarkan Program Studi S1 Perpustakaan dan berhasil memiliki sekitar 25 mahasiswa S1 Program Studi S1 Perpustakaan yang berasal dari Kelompok Belajar Kabupaten Batubara. Dalam penyelenggaran Praktek Kerja Perpustakaan, UPBJJ-UT Medan bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumen Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, dan Kota Tebing Tinggi yang merupakan Kabupeten terdekat dengan tempat tinggal mahasiswa. Dalam penyelenggaraan Tutorial Tatap Muka, UPBJJ-UT Medan melakukan rekrutmen tutor sesuai dengan prosedur ISO. Tutor UPBJJ-UT Medan adalah Dosen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di wilayah kerja UPBJJ-UT Medan yang memiliki jenjang pendidikan minimal S1 serta Guru dengan jenjang pendidikan minimal S2. Saat ini, UPBJJ-UT Medan memiliki 67 lokasi Tutorial Tatap Muka, 5 tempat ujian akhir semester Program Studi Non Pendidikan Dasar, 25 tempat Ujian Program Studi Pendidikan Dasar (S1 PGSD dan S1 PGPAUD) dengan jumlah tutor sebanyak 24 tutor Program Studi Non-Pendas, 214 tutor Program Studi S1 PGSD, 74 tutor Program Studi S1 PGPAUD, 100 orang pembimbing Praktek/Praktikum. Yang patut dibanggakan adalah dari 214 tutor S1 PGSD, 7 tutor memiliki jenjang pendidikan S3 (3,27%) , 195 tutor dengan jenjang pendidikan S2 (91,12%) , dan hanya 12 tutor dengan jenjang pendidikan S1 (5,61%).  Kini di usia 30 tahun, Jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Medan mulai menurun akibat dampak telah banyaknya guru yang memiliki jenjang pendidikan S1. Hal ini merupakan tantangan bagi UPBJJ-UT Medan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa melalui program studi S1 Non-Pendidikan Dasar dan Program Pascasarjana.

gd 1

Profil UPBJJ

Ditulis oleh tg. Posted in Profil

Informasi yang berisi sekitar Universitas Terbuka dan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ)

Tentang UPBJJ

Ditulis oleh tg. Posted in Profil

Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ )

UPBJJ adalah unit pelaksana teknis UT di daerah. Adapun fungsi dan tugas UPBJJ-UT adalah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan administratif akademik dan kegiatan akademik.Untuk kegiatan sehari-hari, UPBJJ-UT mempunyai tugas penyelenggaraan pelayanan belajar jarak jauh.

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut UPBJJ-UT mempunyai fungsi pokok yaitu :

Melaksanakan kegiatan administrasi dan humas serta promosi yang di koordinasi oleh Ka. Subbag. Tata Usaha.Melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi akademik yang meliputi kegiatan registrasi dan pengujian. Kegiatan ini tidak dilakukan secara bersamaan tetapi sangat berkaitan dan berkesinambungan. Oleh karena itu dapat dikoordinasi oleh satu orang koordinator. Jika beban kerja UPBJJ-UT meningkat karena perubahan jumlah mahasiswa, UPBJJ-UT dapat memecahnya menjadi dua yaitu koodinator registrasi dan koordinator pengujian. Melaksanakan kegiatan pelayanan bantuan belajar dan layanan bahan ajar yang meliputi pelaksanaan tutorial, ko dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan tutorial di masa yang akan datang diharapkan volumenya akan meningkat yaitu dengan adanya kebijakan baru tentang tutorial dengan rancangan khusus, kegiatan ini cukup dikoordinasi oleh seorang koordinator. Mengembangkan, membina, dan melaksanakan kerjasama dengan berbagai instansi. Fungsi ini adalah wewenang Kepala UPBJJ-UT yang akan menjadi tidak efektif jika didelegasikan kepada koordinator atau staf lainnya.

Visi & Misi

Ditulis oleh tg. Posted in Profil

VISI

Menjadi UPBJJ yang Profesional dalam rangka mewujudkan Universitas Terbuka Sebagai salah satu institusi PTJJ unggulan di Asia tahun 2010 dan di dunia tahun 2020

MISI

  1. Memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat pada jenjang pendidikan tinggi yang berkualitas.
  2. Meningkatkan efektifitas pembelajaran melalui layanan bantuan belajar.
  3. Memastikan kompetensi lulusan melalui evaluasi proses dan hasil belajar yang akurat.
  4. Meningkatkan kemitraan dengan masyarakat guna mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan.
  5. Menyebarluaskan dan berbagi informasi tentang PTJJ.

Sekilas UT

Ditulis oleh tg. Posted in Profil

Tentang UT

Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984.

A. TUJUAN PENDIRIAN UT

UT didirikan dengan tujuan:

memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk mempeoleh pendidikan tinggi;
memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka;
mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.

B. SISTEM PEMBELAJARAN UT

menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/Internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).

C. CARA BELAJAR

Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat di pelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.

Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efektif, Mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.

D. SISTEM KREDIT SEMESTER

UT seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan sistem kredit semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Dalam sistem kredit semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (sks). Setiap mata kuliah diberi bobot 1-6 sks . Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu.

Dalam pendidikan tinggi tatap muka, mahasiswa yang mengambil beban studi satu sks harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktek, praktikum, atau belajar di rumah, sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh mata kuliah yang berbobot 3 sks dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester.

Dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka (2 jam per minggu per sks). Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri (di rumah, melalui kelompok belajar, dan tutorial).

Khusus untuk UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak. Satu modul terdiri atas 40-50 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 360-450 halaman bergantung pada jenis mata kuliahnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membaca dan memahami rata-rata mahasiswa adalah 5-6 halaman per jam hingga untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks diperlukan waktu sekitar 75 jam (360-450 halaman dibagi 5-6 halaman). Apabila satu semester mempunyai waktu 16 minggu, maka waktu yang diperlukan untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks adalah 75 jam dibagi 16 minggu, atau kurang lebih 5 jam per minggu. Misalnya, mahasiswa mengambil 15 sks/semester, maka yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu belajar sebanyak 15 sks dibagi 3 sks kali 5 jam = 25 jam per minggu atau kira-kira 5 jam per hari (1 minggu dihitung 5 hari belajar).

Dengan sistem belajar seperti ini mahasiswa UT diharapkan mengalokasikan waktu belajar sesuai dengan beban sks yang diambil atau mengambil beban sks setiap semester sesuai dengan waktu belajar yang dapat dialokasikan, serta mempertimbangkan kemampuan akademik masing-masing.

E. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri dan sejumlah perguruan tinggi swasta serta instansi yang relevan yang ada di Indonesia. Di setiap provinsi atau kabupaten/kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut UPBJJ-UT. Perguruan tinggi negeri setempat berperan sebagai pembina UPBJJ-UT serta membantu dalam penulisan bahan ajar, bahan ujian, pelaksanaan tutorial, pratek/praktikum, dan ujian.

Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar diseluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Televisi Republik Indonesia (TVRI), Q-Chennel, TV-Edukasi, Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah, Arsip Nasional, PT OVIS Sendnsave, Koperasi Karunika, dan PT Pos Indonesia.

UT juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD dan guru Anak Usia Dini melalui program yang dikenal sebagai program Pendidikan Guru Pendidikan Dasar (Pendas). Selain itu UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM antara lain dari ANRI, KPN, TNI, Bank BRI, Bank BNI, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Sekretariat Wakil Presiden, Pemerintah Kota/Kabupaten, Pondok Pesantren dan beberapa instansi lainnya.